FARHAD ABBAS DAFTAR NYALON GUBERNUR DKI JAKARTA UNTUK TUMBANGKAN AHOK

SAKSIMATA.CO DEPOK : Pengacara kontroversial Farhat abbas mencoba peruntungan dengan maju sebagai bakal calon Gubenur DKI Jakarta. Ia yang bakal maju sebagai calon Gubernur DKI melalui kendaraan politik Partai PDI Perjuangan. Ia menyakini bakal dapat mengalahkan Ahok di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 yang akan datang ( 03/05/2016).

Dalam wawancara dengan awak media, Farhat berjanji akan menaikan Upah pegawai negeri sipil (PNS) di atas lima juta rupiah, hal tersebut diungkapkan Farhat saat menghadiri seminar Nasional Akip di Politehnik Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenkumham, Jl. Raya Gandul Cinere Depok.

“Saat ini saya tidak akan menilai kinerja Ahok,yang ingin saya sampaikan kalao saya menang bahwa gaji PNS akan saya naikan sebesar Rp 5 juta rupiah begitu juga pembantu sopir diatas Rp 5 juta kemudian saya akan berikan tunjangan buat rakyat miskin dan buat para penggaguran,” jelasnya

Saat di tanya program andalan Farhat menjelaskan bahwa dirinya mendukung reklamasi asalkan di dukung oleh semua pihak.

“Selama untuk untuk kepentingan lingkungan dan masyarakat disitu dan tidak ada kepentingan ekonomi dibelakang mafia besar dan itu di setujui oleh masyarakat dan menteri lingkungan hidup maupun kelautan di setujui saya mendukung saja tetapi kalao hanya logika-logika pak ahok saya tidak,” paparnya

Lebih lanjut Farhat menegaskan bahwa apa bila terpilih dirinya tidak akan melakukan penggusuran terhadap masyarakat.

“Yang penting itu memanusiakan manusia walaupun ada penggusuran tidak pada saat waktu sekolah pada saat tahun ajaran baru kemudian disesuaikan dengan harga yang pantas tanpa harus menggunakan logika surat karena dari dulu juga tidak ada yang memiliki surat tetapi para nelayan di berikan kesempatan,” ujarnya

Farhat menegaskan bahwa dirinya akan maju ke pemilihan Gubernur DKI Jakarta dengan mendaftar ke PDI Perjuangan tetapi apabila gagal dirinya akan tetap maju dengan mendaftar ke partai Golkar.

“Saya akan coba ke partai Golkar saat ini mereka juga sedang menggugat kemenkumham untuk pembatalan SK nomor 04 itu kalao independent tidak mungkin lagi,” tutupnya. (Yopi)


TAG