Bidang Perumahan Dinas Rumkin Kota Depok Akan Mendata Fasos & Fasum

Saksimata.co (Depok) : Bidang Perumahan pada Dinas Perumahan dan Pemukiman Pemkot Depok Refliyanto, ST mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah melakukan pendataan terhadap seluruh perumahan yang ada di Kota Depok. Pendataan dilakukan guna mengetahui berapa jumlah pengembang perumahan yang ada di Depok yang selanjutnya akan dimasukkan ke dalam database.

“Sebenarnya sama saja Fasos, Fasum atau PSU hanya dirinci saja Prasarana seperti Jaringan Jalan, Jaringan Saluran air bersih, air limbah, air kotor dan air hujan atau yang namanya drainase dan tempat pembuangan sampah yang ada di komplek perumahaan. Kemudian sarana itu banyak di perumahan seperti sarana perniagaan atau ruko layanan umum seperti pemerintahan RT/RW, sarana pendidikan, sarana kesehatan, sarana ibadah, sarana pemakaman dan lain-lain. Sedangkan utilitas itu seperti Jaringan Telpon, jaringan gas, jaringan listrik, jaringan air bersih dan jaringan transportasi,” jelasnya.

Sedangkan untuk tupoksinya dikatakan Refli bahwa Dinas Perumahan mempunyai kewajiban untuk memelihara PSU atau Fasos Fasum yang telah diserahkan pengembang ke Pemda, terlebih dahulu melalui Dinas aset tentunya setelah melalui tahapan evaluasi dan verifikasi layak atau tidaknya untuk diterima dan diserahkan.

“Tentunya tidak hanya itu saja masih banyak tugas dari Bidang Perumahan karena selain perawatan kita juga mempunyai tugas untuk memfasilitasi pengembangan dan penataan kawasan perumahan baik rumah susun maupun tidak bersusun,” katanya.

Bidang Perumahan yang baru berjalan di awal tahun ini kini terus bebenah dan terus melakukan terobosan seperti melakukan pendataan selain itu di katakan pihaknya juga baru memulai melakukan perawatan kalau sebelumnya tugas ini berada di Dinas PU.

“Kami saat ini sedang melakukan pendataan terhadap perumahan yang ada di Depok dan nantinya akan dimasukkan ke dalam database dan kita sudah punya itu dari mulai 850 perumahan dan baru 250 perumahan yang baru menyerahkan fasos fasumnya ke pemkot Depok dan itu baru seperempatnya dan itu paling banyak dibandingkan wilayah lain seperti Bogor dan Bekasi, karena kebijakan kita sekarang begitu izin keluar kita langsung meminta fasos fasum untuk langsung diserahkan. Memang kita sadari ada plus minusnya kalau diserahkan di awal kadang kalau di akhir pengembang sudah pergi,” tandasnya.

Hal itu dilakukan untuk mengunci pengembang agar fasos fasum yang sudah di serahkan tidak di rubah peruntukannya. Dengan adanya Dinas yang baru ini dirinya tentu berharap dapat lebih fokus dalam menjalankan tugas dan kewajibannya untuk melakukan pemelihaaran di perumahan.

“Kalau dulu kan lebih bercabang tidak fokus satu orang dengan beban kerja yang besar beda dengan sekarang tugas saya ke perumahan melakukan perawatan jalan dan drainase untuk tugas yang sudah ada yang handle,” tutupnya.

Advertorial