Pondok Pesantren Harus Bebas Dari Paham Radikalisme

Saksimata.co-Depok : Pemerintah akan meningkatkan pengawasan terhadap pondok pesantren agar terhindar dari paham radikalisme. SelainĀ  paham ini membahayakan bagi siswa, juga bertentangan dengan konstitusi dan ideologi pancasila. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi Madrasah Kementrian Agama (Kemenag) kota Depok, Nani Mulyani.

Sebelumnya, Pengurus Wilayah (PW) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) Jawa Timur menemukan Buku Fikih Kurikulum 2013 terbitan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) yang mengajarkan paham Khilafah serta telah beredar di Kelas XII Madrasah Aliyah (MA) se-Indonesia. Salah satunya ditemukan di Wilayah Kecamatan Driyorejo, Gresik dan Kecamantan Diwek, Jombang.

Menanggapi hal tersebut, Nani Mulyani, Mengatakan, Terkait dengan isu ini akan kami tindak lanjuti, jika nanti masih ada ditemukan buku seperti itu akan secepatnya kita tarik.”Kalaupun ada pastinya sudah ramai dibicarakan dan pastinya kita sudah ada arahan dari kanwil, dalam hal ini kabid madrasah pasti sudah mewanti-wanti jika ada buku seperti ini dan sampai hari ini di Depok belum ada temuan buku seperti itu, jika nanti ketika ditemukan, pastinya akan secepatnya kita tarik. Zaman sekarang bicara khilafah sangat sensitif, dan tidak mungkin Kementrian Agama RI mencetak bukuĀ  yang membahas tentang khilafah, dan kalaupun ada saya ingin tahu bukunya seperti apa dan buku ini kan satuan formal, ada jinisnya dan ada penyusunnya” terangnya, saat diminta keterangannya di kantor kemenag Depok, Selasa (30/7).

Nani Menambahkan,”kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat, Guru dan Kelompok Kerja Madrasah (KKM ) untuk melakukan penelitian terkait dengan isu buku ini dan mata pelajaran di pesantren, Adanya kejadian seperti ini di Jawa timur, insyaallah di Jawa barat kita tidak ada, ini kan bertentangan dengan visi-misi kementrian agama” jelasnya.

As’ad