PB PMII MELANTIK PENGURUS CABANG KOTA Depok Periode 2019-2020

Saksimata.co – Depok- Pengurus Besar  Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) melantik pengurus cabang PMII Kota Depok masa khidmat 2019-2020, yang di selenggarakan di Gedung Center Student FEB Universitas Indonesia, Depok (12/10/19).

Dari hasil pantauan media saksimata.co acara tersebut dihadiri oleh pendiri organisasi Pergerakan Mahasiswa Indonesia (PMII) KH. Nuril Huda, Ketua PB PMII Agus M. Herlambang, Ketua PCNU Kota Depok Achmad Solechan. Selain itu juga hadir Akademisi, serta Mahasiswa dari berbagai organisasi Antara lain Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI).

Acara yang mengusung tema “ Tranformasi Kaderisasi PMII Demi SDM Unggul Inovatif, dan Mandiri Di Era Masyarakat Informasi ” Sebagai Pondasi Kekuatan Bergerak Demi Meneguhkan Nilai-Nilai Ahlusunnah Waljamaah (ASWAJA).

KH. Nuri Huda Selaku pendiri Organisasi Pergerakan Mahasiswa Indonesia (PMII), dalam sambutannya mengatakan, Saat ini Usia PMII mencapai lima puluh sembilan tahun (59), bagi PMII bukanlah hal yang mudah dan saat inipun dengan usia itu keberadaan PMII di nusantara ini semakin dewasa walaupun banyak permasalaan yang di alami oleh bangsa ini, meskipun demikian bukanlah satu halangan bagi PMII untuk terus maju dan menyebarkan nilai-nilai yang dimiliki.

Sementara Ketua Terpilih PMII Kota Depok Periode 2019-2020, Qiwamudin mengajak seluruh kader PMII untuk berproses demi tercapainya cita-cita PMII itu sendiri. Dirinya juga berharap agar kader PMII terus belajar dari berberbagai bidang jenis kelimuan agar dapat memberikan sumbangsih kepada bangsa ini.

“Misi PMMI sebenarnya satu, Anggota dan Kader PMII menjadikan SDM yang Unggul, inovatif, dan Mandiri, sesuai dengan tema yang di usung pada hari ini, apalagi di era sekarang ini era digital, era percepatan. Maka kami mengajak semua kader PMII untuk memberikan sumbangsi terbaik untuk bangsa ini, yang paling gampang sumbangsihnya adalah kaderisasi dengan manjadikan anggotanya terbaik dan bisa melewati tantangan zaman, mampu
berinovasi dan kalaborasi. Selain itu  perlu juga penanaman paham kebangsaan dan kebhinekaan, bukan hanya paham keislaman, serta bisa menguasai sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing agar supaya kedepannya bisa memecahkan permasalahan-permasalahan bangsa ini ” tutupnya

(AS’AD)