Kemendikbud: DNA tunjukkan keragaman masyarakat Indonesia

Saksimata.co – Jakarta – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyebut penelusuran leluhur orang Indonesia asli melalui deoxyribonucleic acid (DNA) telah menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia sangat beragam.

“Dari hasil penelitian kita melihat bahwa DNA Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa di dunia. Ini adalah bukti ilmiah yang kuat bahwa kita sudah beragam bahkan di dalam diri kita sendiri,” kata Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid saat ditemui di Jakarta, Selasa.

Melalui bukti DNA itu maka Bhineka Tunggal Ika bukan hanya sekedar semboyan, tetapi fakta kehidupan di Indonesia, di mana ada 700 bahasa dan 500 populasi etnik dengan budaya yang beragam.

Di tengah masyarakat yang beragam ada satu hal yang mempersatukan masyarakat Indonesia yaitu komitmen kepada cita-cita Indonesia yang telah terutang dalam UUD 1945.

“Di dalam UUD 1945 sudah sangat jelas, cita-cita ktia sebagai satu bangsa, apa yang harus kita lakukan dan aturannya juga sudah dimuat. Bahwa masih perlu perbaikan di sana sini pasti kita selalu lakukan pembaruan. Tapi sebagai pijakan kita sebagai satu negara, sudah sangat jelas yaitu Pancasila dan UUD 1945,” kata Hilmar.

Hilmar mengatakan para pendiri republik ini telah menjadikan keragaman masyarakatnya sebagai landasan, maka kita tidak bisa menghilangkan perbedaan itu. Justru dengan cara kreatif harusnya masyarakat Indonesia memahami perbedaan itu sebagai kekuatan, bukan penghalang.

Dia menyadari, saat ini masyarakat Indonesia sedang mengalami krisis identitas, maka mengenali asal usul nenek moyang Indonesia akan memperkuat identitas Indonesia sebagai bangsa yang bhineka.

Ahli Genetika Lembaga Eijkman Herawati Sudiyo yang telah melakukan penelitian DNA kepada 110 kelompok etnis di 19 pulau Indonesia mengatakan orang Indonesia memiliki bauran gen dari seluruh bangsa di Indonesia, hal ini karena ada empat gelombang migrasi manusia modern yang datang ke Nusantara.

“Pada dasarnya genetik orang Indonesia adalah campuran, genetik orang Indonesia memperlihatkan adanya pembauran dari beberapa leluhur genetik yang datang dari periode manapun dari jalur yang beragam. DNA dapat bercerita banyak tentang leluhur kita, DNA dapat memberikan data ilmiah soal komposisi ras, nenek moyang hingga lini masa kehadiran ras,” kata Herawat di Jakarta, Selasa.

Penelitian itu menggunakan DNA mitokondria yang diturunkan melalui jalur maternal atau ibu, lalu kromosom Y yang hanya diturunkan dari sisi paternal atau ayah, serta DNA autosom yang diturunkan dari kedua orang tua.

Sumber : ( AntaraNews )