Komnas HAM Menindaklanjuti Laporan Warga Korban Proyek Tol Depok-Antasari

Saksimata.co – Depok – Pembangunan Tol Depok-Antasari (Desari) yang saat ini masih tahap pengerjaan ternyata menyisahkan permasalahan. Pasalnya sejumlah warga belum juga mendapatkan ganti rugi sepenuhnya, atas pembebasan lahan bekas Situ Rawa Jati, Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, Kota Depok.

Warga yang tidak sabar menunggu penyelesaian kasus tersebut dan merasa tidak diperlakukan dengan adil, akhirnya melaporkan kasus ini kepada Komisi Hak Asasi Manusia ( KOMNAS HAM) RI beberapa waktu lalu. Menindak lanjuti laporan itu, tim peninjau Komnas HAM kemudian turun langsung ke lokasi yang selama ini dikeluhkan oleh warga.

Staf Peninjau Komisi Hak Asasi Manusia, Darmadi menuturkan, “Di awal warga datang ke Komnas HAM yang kemudian memberikan pengaduan, setelah proses itu dilalui pimpinan menunjuk kami untuk turun melakukan peninjauan. Saat ini surat permohonan tersebut sudah sampai kepada kami, sudah dibaca dan dipelajari, serta sekarang ini keterangan yang diberikan warga bisa menguatkan untuk mendorong proses selanjutnya. Hal yang akan kami lakukan adalah mencoba meminta klarifikasi Pengadilan Negeri Depok ( PN Depok), dan meminta bantuan atau mendorong pemerintah Kota Depok untuk mengatasi pemasalahan ini, kami juga akan mencoba untuk memanggil para pihak terkait” terangnya kepada Saksimata.co,(7/11).

Salah satu Warga yang menjadi korban pembebasan lahan Tol Depok-Antasari, Wawan mengatakan pihaknya belum mendapatkan ganti rugi secara keseluruhan pembebasan lahan pembangunan Tol Desari. Menurutnya, Warga tidak menolak adanya pembangunan tol di wilayah itu, asalkan warga mendapatkan ganti rugi lahan yang digunakan. Saat ini kata Wawan, Warga hanya menerima ganti rugi bangunan rumah dan pohon. Namun untuk ganti rugi lahan belum diberikan, oleh karena itu dirinya berharap agar pemerintah memperhatikan permasalahan ini dan memberikan hak warga yang seharusnya mereka miliki.

(Red/As’ad).