Beriman dan Menyerukan berbuat Kebaikan Serta Tidak berbuat Larangan adalah ciri Ummat Terbaik

Saksimata.co – Depok – Seperti biasanya sebagai agenda rutin dakwah bagi sejumlah kalangan, Katro Chapter Depok kembali melanjutkan pembahasan tentang keislaman dengan tujuan meningkatkan keimanan. Kali ini acara tersebut mengusung tema “Ummat Terbaik” yang diselenggarakan di Jalan Margoda Raya, Depok, Sabtu (18/1/2020).

“Siapa sebetulnya umat terbaik itu? Secara benderang, istilah umat terbaik disebut dalam Alquran,”Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. (QS 3: 110),”jelas Agus salah seorang yang pernah belajar di Al-Azhar Qairo Mesir kepada peserta yang hadir.

Agus menerangkan,”Selain Al-Qur’an berkata demikian. Hal yang sama juga dijelaskan  dalam Tafsir Ibnu Katsir bahwa, untuk menjadi ummat terbaik terdiri dari tiga syarat, yaitu menyerukan berbuat Kebajikan, Melarang berbuat Mungkar, serta Beriman kepada Allah. Pada dasarnya kriteria itu merupakan kelaziman bagi ummat islam, statement ummat terbaik itu sendiri datang dari Allah dan juga Rasulnya”papar Agus.

Sementara menurut Pembina SHCI Depok yang biasa disapa dengan nama Kang Uje mengatakan, untuk memelihara sebutan sebagai umat terbaik, umat Islam harus berusaha menyelamatkan misi menegakkan amar makruf dan nahi mungkar, atau secara populer disebut dakwah. Bagaimana mewujudkannya, dibutuhkan perangkat pendukung yang secara dinamis terus berkembang.

“Kalau kita melihat pendapat Ibnu Abbas yang di kutip oleh al-qurtubi, bahwa salah satu ummat terbaik adalah ummat yang ikut hijrah bersama Rasulullah dari Mekkah ke Madinah, disitulah diawal munculnya ummat terbaik, disitulah stadar dalam kehidupan manusia,  hukum-hukum mulai ditegakkan, disitulah ummat Islam mulai tersebar di seluruh penjuru dunia. Jadi kapan ummat Islam menjadi terbaik, Ketika Islam mulai diterapkan dalam aspek kehidupan, dan bebas melaksanakan dakwah diseluruh penjuru dunia dan dijaga oleh sebuah negara,”terangnya.

Sekedar diketahui, Kajian trotoar adalah uslub dakwah untuk memberikan pemahaman umat manusia yang terbiasa nongkrong di trotoar atau di jalanan terkait dengan Islam rahmatan lil ‘alamiin.

(SM)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*