Virus corona bisa menyebar sebelum munculkan gejala

Saksimata.co – Jakarta – Virus corona baru atau disebut 2019-nCoV, seperti yang menyerang warga di Wuhan, China beberapa waktu terakhir tampaknya bisa menyebar ke orang lain sebelum orang yang terinfeksi menunjukkan gejala, menurut sebuah kasus yang terjadi di Jerman belum lama ini.

Dalam sebuah laporan di The New England Journal of Medicine pada 30 Januari 2020, seorang pria berusia 33 tahun mengeluhkan sakit tenggorokan, sakit otot dan demam.

Dia tidak bepergian ke luar negeri baru-baru ini, tetapi empat hari sebelumnya sebelumnya menunjukkan gejala, dia bertemu dengan koleganya dari China. Keduanya bekerja di salah satu perusahaan pemasok suku cadang mobil, Webasto.

Kolega sang pria tidak memperlihatkan tanda sakit apapun. Namun selama penerbangan kembali ke China, dia sakit dan setelah diperiksa, ternyata positif terinfeksi 2019-nCov.

Gejala yang muncul saat seseorang terinfeksi virus corona bisa ringan hingga berat. Gejala ringan antara lain influenza, bersin, batuk, pilek hingga demam dengan suhu di atas 38 derajat Celcius. Sementara gejala berat biasanya terjadi pada kelompok berisiko seperti lansia dan yang memiliki penyakit penyerta sebelumnya seperti diabetes, penyakit jantung dan paru kronis.

“Infeksi tampaknya telah ditularkan selama masa inkubasi pasien,” catat para penulis laporan seperti dilansir dari Livescience.

Masa inkubasi adalah waktu antara ketika seseorang terinfeksi dengan patogen dan ketika mereka menunjukkan gejala.

Hasil investigasi juga menunjukkan, tiga orang di Jerman yang bekerja di Webasto juga dinyatakan positif untuk 2019-nCov. Dari ketiga karyawan ini, hanya satu yang memiliki kontak dengan penduduk Shanghai, China.

“Fakta orang tanpa gejala adalah sumber potensial infeksi 2019-nCoV dapat menjamin penilaian ulang dinamika transmisi wabah saat ini,” kata para penulis.

Para penulis laporan mencatat, pasien di Munich memiliki kasus ringan dan dirawat di rumah sakit terutama untuk tujuan kesehatan masyarakat. Mereka lalu menyerukan penelitian lebih lanjut tentang apakah kasus-kasus ringan dapat diobati di luar rumah sakit.

Sumber : Antr




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*