Dinilai Cacat Hukum dan Merugikan Masyarakat, BEM UI Tolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja

Saksimata.co – Depok – Ketua BEM Universitas Indonesia, Fajar Adi Nugroho menyatakan sikap menolak RUU Omnibus Law Cipta kerja, karena dalam penyusunannya tidak sesuai dengan aturan pembentukan perundang-undangan dan dinilai sangat merugikan Masyarakat.

“Dalam hal ini sikap BEM UI menolak, secara pembentukan tidak sesuai dengan aturan yang mana asas partisipasi dari masyarakat dan keterbukaan, padahal disebutkan tahapan-tahapan pembetukan perundang-undangan yaitu tahap perencanaan. Disini Pemerintah lupa meminta masukan dari Masyarakat terkait bagaimana RUU  Omnibus Law ini harus  mengakomodir Masyarakat itu sendiri,”kata fajar saat dihubungi, Jum’at (21/2/2020).

Lebih lanjut Fajar menegaskan, usaha Pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Indonesia melalui investasi dengan cara penyederhanaan regulasi melalui konsep Omnibus Law, adalah yang langkah yang tidak tepat.

“ini bukanlah langkah yang tepat bagi pemerintah untuk kemudian membuat RUU Omnibus Law dan  mempermudah pelaku usaha kemudian nantinya investasi cepat masuk. Justru sebenarnya tidak seperti itu, Omnibus Law ini sangat mengancam Masyarakat. Ketika kita melihat di dalamnya banyak sekali peraturan yang mengamputasi hak-hak warga Negara itu sendiri,”paparnya. (Red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*