Pakar Kesehatan UI : Virus Corona Tidak Terlalu Berbahaya Namun Perlu Waspadai

Saksimata.co – Depok – Masyarakat Indonesia diminta tidak perlu panik dengan wabah Virus Covid-19 sebagai suatu penyakit yang menakutkan, sebab tingkat resikonya masih terbilang rendah, dibandingkan Virus SARS dan Flu Burung.

“Penyakit flu burung case fatality rate sekitar 78% adalah virus yang kematiannya paling besar, kedua virus SARS yang kematiannya sekitar 38%, serta covid-19 itu case Fatality hanya 18-20%, jadi paling tidak mematikan,” Kata Dr.dr. Tri Yunis Miko Wahyono, M.Sc dari Pusat Riset Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Jum’at (6/2/2020).

Dari sisi penularannya, Covid-19 atau SARS CoV-2  ini juga dinilai sangat rendah, karena hanya bisa menularkan virusnya kepada beberapa orang saja yang berinteraksi langsung dengan penderita.

“daya ketertularannya, satu kasus bisa menularkan ke beberapa orang atau bisa menularkan sampai 2 orang, kemudian SARS sebanyak 3 orang, kemudian flu burung juga lebih tinggi. Kalau dilihat diantara daya ketertularan dan daya kematiannya Virus ini paling tidak ditakuti harusnya,”jelas pengajar dan peneliti itu.

Meski demikian, masyarakat harus waspada dengan jenis penyakit ini karena sebelumnya 2 Warga Kota Depok positif terjangkit virus Corona. Untuk menghindari adanya korban selanjutnya, dirinya menyarankan agar pemerintah bertindak lebih cepat sebelum adanya jatuh korban dan bagi masyarakat agar menghidari kontak langsung orang yang menderita atau diduga terjangkit virus Covid-19.

“Penyakit virus apapun penyakitnya tidak ada obatnya, obat yang digunakan sekarang bukan benar-benar mematikan virus, karena virus itu hidup di dalam sel, kalau mau bunuh virusnya, bunuh sel nya. Pemerintah kota Depok harus mendeteksi, bagaimanapun Masyarakatnya harus diepidemi dari akibat wabahnya, karena begitu ada dua ini menunjukkan ada penularan internal pada warga Depok, ini baru dua, dsn harus diyakinkan bahwa penularannya itu  terjadi atau tidak dengan melakukan contak tracing, kalau itu dilakukan menurut saya itu sudah tanggung jawab pemerintah dalam mengamankan penduduknya dan jika ada positif di isolasi di rumah sakit,”tegasnya.

(MA/SM)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*