Setelah Mahasiswa, Buruh Akan Turun Aksi Menolak RUU Cipta Kerja

Saksimata.co – Depok – Sebelumnya Mahasiswa telah melakukan aksi unjuk rasa menolak Pembahasan RUU Cipta Kerja. Kali ini, giliran Serikat Pekerja menyatakan sikap.

Ketua DPC FSP LEM SPSI Kota Depok Michael Setyandoyo, memastikan pihaknya juga akan turun kejalan mendesak Pemerintah dan DPR  membatalkan pembahasan RUU Cipta kerja, karena   dirasa merugikan kaum buruh.

“kami dari DPP sudah mendapatkan intruksi untuk aksi tanggal 22-23 di depan Istana dan tanggal 28-29 di depan Gedung DPR RI. Kalau buruh ini tidak bergerak, RUU Omnibus Law cipta kerja ini akan sangat merugikan,”ujarnya, saat dihubungi Saksimata.co

Permasalahan yang melatar belakangi aksi ini, Michel menjelaskan, Isi di dalam draf RUU Cipta kerja tersebut, membuat masa depan buruh menjadi terancam, sehingga kehidupannya tidak sejahtera.

“jadi ada empat hal yang selama ini kita rasakan ketika itu disahkan menjadi undangan-undang, nantinya merugikan kaum Pekerja. Pertama, mengenai Upah Minimum. Kedua, terkait Pesangon akan mengalami penurunan besaran nilai, Ketiga, terkait Jam Kerja, ini nanti upah itu dibayar per jam dan Ke empat, tenaga kerja asing dipermudah persyaratan izinnya,”ucapnya mengakhiri.

(MA/SM)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*