Anggota MPR: Hormati orang tua bagian implementasi Pancasila

Saksimata.co – Jakarta – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI R Imron Amin menyayangkan banyak generasi muda yang sudah tidak memperhatikan sopan santun, termasuk menghormati orang tua yang sebenarnya menjadi bagian implementasi nilai-nilai Pancasila.

“Banyak anak muda yang tidak memperhatikan sopan santun, adab, dan kepatutan dalam bergaul. Untuk hal-hal yang kecil misalnya, banyak anak muda kalau lewat di depan orang tua nyelonong begitu saja, tidak membungkukkan badan sebagai salah satu sikap menghormat pada orang tua,” kata Imron, di Jakarta, Kamis.

Hal tersebut disampaikan Imron saat menjadi salah satu narasumber acara Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat yang berlangsung di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara V Kompleks MPR/DPR RI.

Buku yang dibahas pada kesempatan itu adalah “Mencari Telur Garuda”, dengan menghadirkan dua narasumber lainnya, yakni penulis buku “Mencari Telur Garuda” Nanang Hidayat dan pengamat Geopolitik, Kepala Museum KAA 2008-2012 Drs Isman Pasha MH.

Dalam praktik kehidupan sehari-hari saat ini, menurut Imron, banyak anak muda yang sangat jauh dan tidak lagi mempraktikkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Akibatnya, kata dia, tingkah laku dan kehidupan mereka tidak sesuai dengan kaidah yang berlaku selayaknya orang Indonesia.

Oleh karena itu, politikus Partai Gerindra itu mengajak generasi muda untuk mempraktikkan nilai-nilai yang ada dalam Pancasila.

“Banyak contoh perilaku anak-anak muda kita yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Di dunia maya, kita kerap menemukan para ‘netizen’ saling fitnah, mencela, dan memaki antara satu dengan yang lain,” katanya.

Kepada para mahasiswa yang hadir pada acara tersebut, Imron mengajak mereka untuk selalu mempelajari dan menggali nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

“Jangan sampai malas untuk menggali nilai-nilai Pancasila, apalagi sampai melupakannya begitu saja,” kata Imron.

Sebelumnya, Kepala Biro Humas MPR Siti Fauziah saat memberikan sambutan mengapresiasi buku “Mencari Telur Garuda” tersebut yang mengetengahkan beberapa persoalan yang dihadapi lambang negara, yakni Burung Garuda, antara lain bentuk Garuda yang berbeda di tiap-tiap daerah.

Bu Titi, sapaan akrab Siti Fauziah, menyampaikan bahwa perpustakaan MPR terbuka melaksanakan acara bedah buku selama buku yang dibahas sesuai dengan tugas dan fungsi MPR.

“Acara seperti ini biasanya dilaksanakan hingga dua kali sebulan. Namun, selama pandemi COVID-19 frekuensinya dikurangi, semata-mata untuk mengurangi risiko penularan virus corona,” katanya.

(Antr/SM)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*