Menyikapi Pakta Integritas Mahasiswa Baru, BEM UI: Kami Secara Tegas Menolak Upaya Pengekangan Hak-Hak Mahasiswa

Saksimata.co – Depok – Menyikapi pakta Integritas untuk mahasiswa baru tahun ajaran 2020/2021 yang dikeluarkan Pihak Universitas Indonesia dan Wajib ditandangani oleh mahasiswa di atasi materai. BEM UI, menyatakan secara tegas menolak hal tersebut.

Sebelumnya, beredar sebuah dokumen kontroversial dengan judul “Pakta Integritas Mahasiswa Baru Universitas Indonesia 2020”saat Pelaksanaan agenda Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PPKMB) 2020, melalui panitia penyelenggara.

Ketua BEM UI Fajar Adinugroho menerangkan, Dalam dokumen tersebut, terdapat 13 (tigabelas) poin pernyataan yang wajib ditandatangani oleh Mahasiswa, yang mengindikasikan adanya upaya pengekangan hak-hak mahasiswa dengan diaturnya kewajiban yang berujung pada peringatan sanksi, larangan kegiatan, dan beragam redaksional yang multitafsir.

“Pakta integritas tersebut secara jelas telah menunjukan adanya kontradiksi dengan ketentuan dalam peraturan perundangan-undangan, peraturan internal di Universitas Indonesia, bahkan termasuk 9 (sembilan) nilai-nilai Universitas Indonesia,”terang fajar, melalui surat pernyataan sikap resmi yang diterima saksimata.co

Namun, pihak universitas mengklarifikasi pakta integritas yang beredar di lingkungan kampus, dokumen pakta integritas tersebut dianggap belum final. Sebagai revisi dari fakta integritas sebelumnya,  pihak universitas Indonesia kemudian mengedarkan ‘surat pernyataan’ sebagai revisi dari pakta integritas yang kontroversial tersebut. Pakta integritas versi final ini berganti judul menjadi ‘surat pernyataan’ tanpa kewajiban untuk bertandatangan diatas materai.

Fajar menerangkan,”secara substansi, surat pernyataan tersebut relatif tidak berbeda dengan pakta integritas sebelumnya. Beberapa poin digabung, serta ada juga beberapa poin tambahan seperti mematuhi pancasila dan larangan terhadap radikalisme”jelas mahasiswa fakultas hukum Universitas Indonesia itu.

Dalam perkembangannya, pihak UI kemudian kembali melakukan klarifikasi bahwa dokumen berjudul ‘pakta integritas’ yang telah beredar di kalangan mahasiswa baru sebelumnya, bukanlah dokumen resmi yang dikeluarkan pimpinan UI. Pihak UI mengatakan, dokumen tersebut tidak resmi karena banyak versi yang beredar di kalangan masyarakat dan format yang tidak sesuai dengan dokumen.

Dengan berbagai kontroversi, yang meliputi perihal Pakta Integritas Mahasiswa Baru UI tahun 2020. Fajar Menegaskan, sebagai usaha untuk mengatasi hal-hal yang tidak diinginkan, kami menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Menolak adanya pakta integritas macam apapun bagi mahasiswa baru UI tahun 2020.
2. Mengecam segala bentuk usaha pengekangan terhadap hak-hak mahasiswa yang dilakukan oleh pihak UI.
3. Mengecam itikad buruk pihak UI untuk lepas tangan atas kesehatan fisik dan mental mahasiswa baru UI tahun 2020.
4. Mendesak pihak UI melalui Direktorat untuk mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan bahwa semua pakta integritas yang telah dikumpulkan menjadi tidak berlaku.
5. Mengajak seluruh mahasiswa baru UI tahun 2020 untuk berdiskusi dengan orang tua dan mengajukan keberatan kepada pihak UI mengenai pakta integritas yang telah ditandatangani.

(MA/SM)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*