DPR: Pancasila dibutuhkan dunia untuk wujudkan perdamaian

Saksimata.co – Jakarta  – Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin menilai Pancasila merupakan konsep yang juga dibutuhkan dunia saat ini untuk mewujudkan perdamaian, hidup berdampingan dalam perbedaan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab.

“Ketuhanan yang Maha Esa, hal ini jelas bahwa kita berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa. Nilai-nilai ini yang wajib kita pertahankan dan juga menyebarkan kepada seluruh dunia,” kata Azis Syamsuddin dalam keterangannya di Jakarta.

Dia menjelaskan peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum masyarakat untuk mengingat kembali peristiwa sejarah, agar situasi di masa lalu tidak terulang di masa mendatang.

Menurut dia, UU Nomor 27 Tahun 1999 telah menegaskan larangan komunisme/marxisme dan leninisme dalam praktik kehidupan politik dan kenegaraan karena bertentangan dengan asas-asas sendi-sendi kehidupan bangsa Indonesia yang ber-Tuhan dan beragama serta telah terbukti membahayakan kelangsungan hidup bangsa Indonesia.

“UU Nomor 27 tahun 1999 telah tegas mengatur larangan komunisme/marxisme dan leninisme di Indonesia. Aturan ini tegas dan perlu diimplementasikan sesuai mekanisme oleh aparat penegak hukum dalam hal pencegahan maupun penindakan,” ujarnya.

Dia menilai masyarakat juga perlu jeli dalam menyaring isu-isu PKI yang kerap menjadi hoaks karena peredaran hoaks melalui media sosial kerap menganggu kenyamanan masyarakat.

Oleh karena itu, Azis menegaskan bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika perlu lebih aktif dalam filter peredaran hoaks di media sosial.

“Kita harus menghentikan peredaran hoaks, harus jeli dalam menyimak isu dan selalu cek fakta yang ada. Kita wajib menjaga Persatuan Indonesia. Jangan sampai kita mempromosikan paham komunis tanpa kita sadari,” katanya.

Dia mengajak para ulama dan pemuka agama agar lebih aktif lagi dalam meningkatkan nilai-nilai agama yang adil dan beradab dalam menjunjung demokrasi dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

(Antr/SM)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*