Buruh Desak Angota DPRD Kota Depok Ikut Menolak UU Omnibus Law

Saksimata.co – Depok – Perwakilan Buruh Se- Kota Depok bersama dengan berbagai elemen masyarakat, mendatangi kantor DPRD Kota Depok. Mereka mendesak para Anggota Dewan untuk ikut menolak disahkannya UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Penolakan mereka terhadap undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja didasari melihat adanya  potensi yang akan merugikan kaum buruh dan secara umum seluruh Masyarakat Indonesia, ketika undang-undang tersebut diberlakukan.

“Undang-undang ini penjajahan modern, penjajahan model baru. Salah satu contoh yang akan merugikan kaum buruh, dimana upah minimum sektoral kabupaten hilang di dalam UU Omnibus law dan yang ada UMP, belum lagi masalah cuti, masalah pesangon yang dimana sebelumnya dapat 32 gaji sekarang hanya19 kali gaji, masalah selanjutnya adalah outsourcing dan kontrak kerja,”Ujar ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia, Widodo Pratikno (9/10).

Wido menjelaskan, dengan banyaknya desakan masyarakat yang meminta untuk dibatalkannya undangan-undang Omnibus law tersebut, seharusnya Pemerintah dalam hal ini Presiden mengambil langkah cepat dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk membatalkan undang-undang yang sudah ada.

“Saya berharap Presiden Republik Indonesia Ir. Jokowido untuk mengeluarkan Perppu, undang-undang itu harus dibatalkan dengan Perppu. Sebelumnya SBY pernah mengeluarkan Perppu Pilkada yang sudah disahkan di DRP RI, tapi Presiden SBY punya nyali untuk membatalkan itu semua. Kami berharap Jokowi punya nyali seperti SBY untuk mengeluarkan Perppu juga”tegasnya.

Sementara Anggota DPRD Fraksi PKS Kota Depok Suparyono, secara pribadi menilai apa yang menjadi,”tuntutan mereka itu wajar dan rasional serta manusiawi, pemerintah pusat harus memenuhui unsur tersebut. Caranya, kalau mencabut tentunya akan kehilangan muka, tunda saja pelaksanaannya, menunggu 5 tahun lagi, kalau mau di cabut tentu nantinya akan berbeda ceritanya, tidak seperti disituasi saat ini”.

(MA/SM)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*