Anggota DPRD Kota Depok Babai Suhaimi, Diduga Melanggar Aturan Kampanye Di Tempat Ibadah

Saksimata.co – Depok – Beredar Video Anggota DPRD Kota Depok Babai Suhaimi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) diduga melakukan pelanggaran kampanye di salah satu tempat ibadah, saat kegiatan majelis taklim nurul huda, Cipayung Jaya, Kota Depok (17/11/2020).

Dalam Video berdurasi kurang lebih dua menit, memperlihatkan Babai Suhaimi mengkampanyekan Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Depok Nomor Urut 1 Pradi Supriatna-Afifah Alia kepada peserta majelis taklim untuk memilih Calon tersebut pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang.

“Ya Allah, saya berjanji, saya niat, karenamu ya Allah, atas kehendaknya ya Allah, atas kuasamu ya Allah. tanggal 9 Desember 2020, Insyaallah saya akan pilih Nomor 1 Pak Pradi dan Bu Afifah, agar beliau berdua menjadi Walikota dan Wakil Walikota. Saya niat, saya berjanji, saya akan ajak suami saya, anak saya, cucu saya, orang tua saya, tetangga saya, untuk pilih nomor 1 Pak Pradi dan Bu Afifah, Al-fatihah,”ujar Babai Suhaimi sambil menuntun peserta majelis taklim meniru ucapannya, yang ditutup dengan Do’a.

Saat dilakukan konfirmasi Video tersebut, Ketua Panwascam Cipayung Dede Yusida menerangkan bahwa, kejadian di dalam Video itu adalah benar. Menurutnya, terdapat dua jenis dugaan pelanggaran yang dilakukan, baik tindak Pidana maupun Pelanggaran Admistrasi. Hal itu berlandaskan pada sarana penggunaan tempat ibadah dan tidak adanya pemberitahuan kepada Panwascam mengenai rencana kegiatan kampanye tersebut.

“Kalau kita mengamati dalam video itu terjadi di musollah Nurul Huda, kita hanya bisa menyatakan bahwa itu dugaan pelangggaran. Dari tempat ada indikasi unsur tindak pidana Pemilihan dan untuk kegiatannya itu bisa dikatakan dugaan pelanggaran karena tidak ada surat pemberitahuan kampanye. Jadi bisa dugaan pelanggaran administrasi dan dugaan pelanggaran tindak pidana pemilihan. Selanjutnya, Jika tidak ada yang melaporkan, kita akan menjadikan sebagai temuan dan akan tetap melakukan penelusuran, kemudian kita undang klarifikasi, ketika terpenuhi unsurnya, kita akan teruskan kepada pihak yang berwenang,”pungkasnya.

(MA/SM)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*