Pangkas Dana BLT UMKM, Koperasi Di Depok Akan dilaporkan Polisi

Saksimata.co – Depok – Salah satu oknum Koperasi sebagai penyalur dana bantuan langsung tunai (BLT) bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), akan dilaporkan ke Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polresta Metro Depok.

Pasalnya, oknum koperasi tersebut diduga oleh Komunitas Pemantau Korupsi Nusantara (KPKN), tega memangkas hampir setengah dari Dana BLT UMKM  yang seharusnya diterima masyarakat, dimana jumlahnya mencapai sebesar Rp.1,4 Juta.

“Harusnya penerima bantuan menerima sebanyak Rp. 2,4 Juta, tiba-tiba ada potongan Rp. 1 Juta – 1,4 Juta, ini tidak jelas apa alasannya dan kalau kita minta penjelasan kepada mereka juga tidak bisa menjelaskan,”ujar ketua DPC KPKN Rizal Ibrahim, Minggu (3/1/2021).

Dalam kasus ini, Ibrahim memastikan memiliki data dan bukti yang kuat, sebab berdasarkan aduan masyarakat dilakukan penelusuran secara langsung terkait adanya potongan dana bantuan yang diterima.

“Bukti yang kami miliki ada bukti tertulis, bukti rekaman, bahkan tadi sudah dikuasakan oleh pemberi kuasa, sudah puluhan orang yang penerima banpres yang mengadukan ke kita,”lanjutnya.

Sementara, Sekertaris KPKN Ratnaningsih menambahkan, dasar pelaporan yang digunakan nantinya, mengacu pada surat Kementrian Koprasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia yang menyatakan Dana BPUM atau BLT UMKM sebesar Rp. 2,4 Juta diberikan secara langsung ke rekening penerima tanpa adanya potongan sedikitpun. Selain itu, pihaknya memiliki bukti aduan masyarakat.

“Dimana Data di Pancoran mas kita pegang 23 data yang kita peroleh valid dan sudah diverifikasi. sebelumnya di kecamatan Beji ada 26 dan yang akan kita laporkan saat ini 23 data yang sudah dipotong Rp.1,4 Juta masing-masing,”pungkasnya.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*