Tingginya Harga Kedelai Dipasaran Membuat Pelaku Usaha Pabrik Tahu Menjerit

Saksimata.co – Depok – Tingginya harga kedelai dipasaran membuat pelaku usaha pabrik tahu menjerit, akibatnya mereka tidak mampu menyeimbangkan biaya produksi dan keuntungan yang didapatkan.

Ketua forum pengrajin tahu seluruh Depok Romli Rohadi menuturkan, melonjaknya harga kedelai yang kenaikannya mencapai 35% telah mempengaruhi jalannya kegiatan usaha produksi. Dampaknya jika biaya produksi tinggi, otomatis harga jualĀ  juga akan tinggi, sementara kepastian konsumen membeli tahu dipasaran dengan harga demikian tidak bisa dipastikan.

“kalau ini terjadi secara terus-menerus, bisa saja membuat pemilik usaha pabrik tahu tidak mampu memproduksi lagi, bahkan bisa tutup,”jelasnya, kepada awak media, Senin (4/1/2021)

Deden alias buluk, pemilik pabrik tahu di wilayah pasir putih, sawangan Depok. Sangat mengeluhkan hal ini, dirinya berharap agar secepatnya Pemerintah dapat mengendalikan harga kedelai yang ada dipasaran, sehingga para pemilik usaha pabrik tahu mampu beroperasi seperti biasanya, terlebih lagi dalam kondisi Pandemi Covid-19.

“Kita berharap supaya pemerintah untuk secepatnya mengendalikan harga kedelai, supaya harganya bisa turun kembali, karena ini menyangkut keberlangsungan usaha kami”.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*