Presiden Abbas perpanjang keadaan darurat selama 30 hari karena COVID

Saksimata.co – Ramallah  – Presiden Mahmoud Abbas memperpanjang keadaan darurat di Palestina untuk menghadapi penyebaran pandemi COVID-19.

Presiden Abbas mengeluarkan dekrit yang memperpanjang keadaan darurat di Palestina selama 30 hari lagi mulai ( 3/2) di tengah wabah virus corona di wilayah pendudukan.

Sebanyak 94 persen dari total kasus corona yang tercatat hingga saat ini sejak wabah di Palestina pada Maret sudah pulih, 4,9 persen masih aktif, dan 1,1 persen sudah meninggal.

Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Senin malam mengonfirmasi 368 kasus baru COVID-19 dan satu kematian di antara warga Palestina di diaspora.

Kementerian Luar Negeri mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa satu orang Palestina meninggal karena virus yang sangat menular di Venezuela, meningkatkan total kematian warga Palestina di negara itu sejak wabah pandemi menjadi empat. Total kasus yang dikonfirmasi di antara warga Palestina di Venezuela mencapai 15.

Ia menambahkan bahwa satu orang Palestina dites positif terkena virus di Mesir dan sejumlah lainnya di Chicago, meningkatkan total kasus yang dikonfirmasi di antara warga Palestina di Amerika Serikat menjadi 9.029. Total kematian di antara warga Palestina di AS mencapai 116.

Menurut statistik terbaru, kasus yang dikonfirmasi dan kematian di antara warga Palestina di diaspora masing-masing mencapai 12.030 dan 364.

Sumber:WAFA (Antr)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*