Uzt. Dr. M. Zain, MA; “puasa harus juga mencakup memelihara lisan, mata, telinga, hati dan pikiran dari hal-hal negative”

5 Ramadhan 1442, bidang kerohanian BPP KKSS membuka Kembali majelis Ceramah Virtual Ramadhan 1442 yang kedua. Menghadirkan penceramah Dr. Muhammad Zain, MA, direktur guru dan dan tenaga kependidikan ditjen Pendidikan Islam Kemenetrian Agama RI. Uztad Muhammad Zain kelahiran Polewali Mandar ini, membawakan tema ceramah tentang Seputar Ramadhan. Dipandu oleh Prof. Dr. Awaluddin Tjalla selaku moderator, Uztad Muh. Zain memulai ceramahnya dengan penjelasan tentang makna kalimat Marhaban ya Ramadhan, Ramadhan Ya kareem yang sering diucapkan orang-orang menyambut datangnya bulan Ramadhan, tentang makna puasa, pentingnya tadarus alqur’an, lailatul qadar, dan menjelaskan makna ketaqwaan saat Ramadhan.

Mengutip Ibnu Khaldun dalam kitab Muqaddimah-nya menjelaskan karakter utama suku Badui, Uztad Muhammad Zain menjelaskan Riwayat tentang puasa dan jugaTradisi Tahannuth pada masa pra Islam yang dimaknai sebagai puasa sampai pada akhirnya Nabi Muhammad Saw menerima wahyu pertama Ketika beliau bertahannuth di Gua Hira, Mekkah.

Bagian penting di waktu Ramadhan yang juga ditekankan oleh Uztad Zain juga adalah tadarus Alqur’an. Dengan mengisahkan Riwayat dariAbdulllah Darraz dalam kitabnya: al-Naba’ al-‘Azhim yang tertulis “Jika engkau membaca al-Qur’an, maka tampaklah kebenaran darinya. Jika engkau mengulangi membacanya, maka tampaklah kebenaran yang berbeda dengan pembacaan yang pertama. Jika engkau mempersilakan orang lain untuk membacanya, maka nampak kebenaran yang berbeda dengan kebenaran yang engkau lihat. Demikian selanjutnya….. Al-Qur’an laksana mutiara yang setiap sudutnya memancarkan cahaya yang berbeda-beda”.

Di akhir ceramahnya, uztad Zain menegaskan bahwa ibadah puasa yang dilaksanakan pada bulan suci ramadhan tidak sekedar menahan lapar dan dahaga pada siang hari. Tetapi lebih dari itu, puasa harus juga mencakup memelihara lisan, mata, telinga, hati dan pikiran dari hal-hal negatif.

Pada ceramah virtual season ini direspon antusias dari partisipan dengan pertanyaan-pertanyaan kritis seputar pelaksanaan ibadah Ramadhan. Hal ini menggambarkan kegiatan ceramah Virtual Ramadhan ini memberikan ruang untuk menambah ilmu agama. Untuk itu dalam kesempatan ini Ketua BPP KKSS Muchlis Patahna menyampaikan agar kegiatan ini bisa lebih banyak mengundang partisipan terutama dari warga Sulawesi Selatan dimanapun berada. (Ard)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*