Nasional

Masyarakat Berharap Pemerintah Secepatnya Menyelesaikan Konflik Lahan Hutan Adat Pubabu

Saksimata.co – Kupang – Masyarakat Adat Pubabu, Desa Linamnutu, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), sangat berharap kepada pemerintah agar secepatnya menyelesaikan konflik lahan yang terjadi.

Koordinator masyarakat adat Pubabu Nikodemus Manao menegaskan, terhitung dari tahun 2008-2021, sudah 13 tahun lamanya konflik atas kepemilikan lahan hutan adat tersebut tidak ada penyelesaian. Padahal lanjut Niko, masyarakat butuh kepastian mengenai status kepemilikan lahan  hutan adat Pubabu.

“Perampasan tanah terjadi kurang lebih 13 tahun lamanya tanpa ada penyelesaian, karena adanya pembiaran yang dilakukan oleh negara untuk kepentingan pihak tertentu,”tegas Niko, saat menghadiri diskusi secara Virtual bersama Mahasiswa, dengan tema”Monopoli Tanah Yang Berujung Pada Problem Pokok Pemuda dan Perempuan” yang diselenggarakan oleh Front Mahasiswa Nasional (FMN) Ranting Universitas Nusa Cendana Kupang, Selasa malam (9/11/2021).

Fadly Anetong Pimpinan FMN Wilayah NTT menjelaskan, konflik lahan yang terjadi di hutan adat pubabu dan secara umum di Wilayah Nusa Tenggara Timur banyak terjadi, sehingga memberikan dampak buruk bagi kehidupan masyarakat, khususnya masa depan Pemuda dan Perempuan.

“Di NTT perampasan tanah sangat massif terjadi, sehingga berdampak pada kehidupan masyarakat. karena mereka kehilangan tempat tinggal dan kehilangan mata pencaharian. Khusus untuk pemuda, mereka kehilangan lapangan pekerjaan, akibatnya banyak anak muda melakukan tindakan kriminal seperti tindakan premanisme, begal, narkoba dan berbagai macam kejahatan yang terjadi. Perampasan tanah juga mengakibatkan anak muda harus keluar daerah, bahkan keluarga negeri mencari pekerjaan, sehingga terjadilah human trafficking”terangnya.

(As/SM)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*

Back to top button