NasionalSosbud

JK: Setelah 4 Kali Pindah Kost, Dewan Masjid Akhirnya Punya Gedung 10 Lantai

Saksimata.co – Jakarta – Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI) M Jusuf Kalla (78), dua kali mengungkapkan rasa syukurnya atas selesainya pembangunan gedung lantai 10 PP DMI di Jl Matraman Raya No 48, Jakarta Timur, Rabu (10/11/2021).

Di hajatan Tasyakkuran Gedung DMI, Wapres RI (2004-2009 dan 2014-2019) mengumpamakan pengurus DMI sebagai anak kost.

“Setelah 4 kali pindah kost, DMI akhirnya punya gedung sendiri,” ujar Kalla saat memberi sambutan tak tertulis.

Sebelumnya Ketua Panitia Pembangunan Gedung PP–DMI Rudiantara melaporkan, sebelum memiliki gedung, Kantor DMI berpindah-pindah.

Sejak berdiri 1972, DMI berkantor Kompleks Masjid Istiqlal, Jl. Taman Wijayakusuma, Jakarta.

Di periode akhir kepemimpinan Dr Tarmizi Taher, mantan menteri Agama, kantor DMI pindah ke
Jl. Borobudur, hingga periode awal Jusuf Kalla, 2012.

Dalam satudi Jl. Surabaya, dan yang terakhir, berteptan hari Pahlawan pindah ke Jl. Matraman Raya No 48, Jakarta Timur.

Kalla adalah ketua umum DMI terlama. Sudah memasuki periode ketiga.

Untuk urusan internal Kalla kini didampingi Komjen Purn Pol Syafruddin Kambo.

Sebelum sambutan, Kalla memberikqn plakat terima kasih kepada 20 donatur pembangunan gedung seluas 24000 m2 ini.

Dalam catatan Tribun donatur antara lain yang hadir antara lain; BAdan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) diwakili Anggito Abimanyu,
Pemprov DKI diwakili Anies Baswedan, Kalla Group diwakili Ahmad Kalla, pihak manejemen Sinar Mas Group.

Donatur dari BUMN dan lembaga usaha antara lain; Pt Paragon Tecnology and Innovation, Pt Sumber Energi Mas Gas Prima,

PT Semen Indonesia, PT PSN, PT Pegadaian, PT Paramita Inti Pratama, XL Axiata, PT Telaga Prima, PT Prima Karya, Adaro Indonesia, Yayasan Muhammad Tahir, PT Pasific Satelit Nusantara, PT Panasonic Globel Indonesia, Sri Haeul Anhar, Sukarno Santoso, H Ridwan Fahmi, dan Komjen Purn Syafruddin Kambo.

Kalla menyebut gedung akan jadi pusat kegiatan organisasi dan kegiatan ekonomi keumatan berbasis masjid.

“Kenapa bisa bikin masjid besar megah di Indonesia tapi tak punya gedung DMI,” ujarnya.

DMI menurut JK kini memiliki sekitar 520 ribu masjid di 510 kabupaten/kota di 34 provinsi.

“Kita Memakmurkan dan dimakmurkan masjid sekitarnya, di DMI ini juga akan berkantor pemuda masjid, remaja masjid, ISYEP, Thawaf TV, dan ada pusat data dari Bank Syariah Indonesia (BSI).

(TBT/SM)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*

Back to top button