Berita FotoNasional

Tingginya Angka Kekerasan Seksual Disebabkan Penegakan Hukum Yang Masih Lemah

Saksimata.co – Kupang – Salah satu penyebab tingginya angka kekerasan seksual di Indonesia adalah penegakan hukum yang masih lemah dan korban tidak berani mengungkap kasus yang dialami.

Direksi Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LPA) Provinsi NTT Tori Arta menyebutkan, tingginya angka tindakan kekerasan seksual jika melihat dari data UNHCR bahwa setiap jamnya terdapat lima orang perempuan yang menjadi korban.

“Kekerasan sering terjadi. Data UNHCR, bahwa setiap 1 jam terdapat 5 orang perempuan yang menjadi korban. Setiap 3 orang perempuan terdapat 1 orang yang mengalami kekerasan,”jelas Tori Artha saat menjadi pemateri dalam Webinar dengan tema”Merdeka itu bebas Dari Kekerasan seksual” yang diselenggarakan oleh GMNI Cabang Kupang, Kamis (25/11/2021).

Untuk mencegah hal tersebut terjadi lanjut Tori, perlu mendorong upaya penegakan hukum secara tegas dan menghukum pelaku. Selain itu diharapkan bagi korban yang mengalami kekerasan seksual harus berani mengungkap kasus tersebut.

Di lain sisi, perlu adanya regulasi yang mengatur untuk mendukung tindakan kekerasan seksual agar tidak terjadi lagi yaitu mendesak agar disahkannya RUU PKS.

“Korban harus berani mengungkapkan, jangan takut atau menyembunyikan karena malu dan bisa lapor kelembaga pemerhati perempuan atau ke kantor polisi terdekat. Perlu¬† juga peran kita semua untuk mempromosikan HAM perempuan dan anak, Kampanye stop kekerasan seksual, sosialisasi hukum dan HAM, anti kekerasan, melindungi korban, berani mengungkap kekerasan seksual, mendorong penegakan hukum secara tegas dan menghukum pelaku, mendesak disahkan RUU PKS, menjadi UU,”pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*

Back to top button