Berita Foto

Liku-liku perjuangan Ustadz Kosim Atha Mendirikan Pondok Pesantren Tahfidz Al-Wahdah Kota Kupang

Saksimata.co – Kupang – Bermodalkan Niat dan ikhtiar kepada sang pencipta, Ustadz Kosim atha memaksakan diri dan terus berfikir keras agar keinginannya mendirikan Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an di Kota Kupang dapat terwujud.

Mulanya dirinya tidak pernah berfikir akan mampu mendirikan Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an, karena bukan hanya terkendala pendanaan, bahkan lahan untuk mendirikan Pondok Pesantren pun belum juga dimiliki. Namun berkat tekad yang kuat, Ustadz Kosim Atha terus berusaha keras mewujudkan mimpinya.

“Sejarah awalnya, saya melihat di Kota Kupang khusunya, belum ada pondok Tahfidz atau SMP yang dimiliki Wahdah. Akhirnya kami mulai melakukan sosialisasi kepada masyarakat kaum muslimin terkait rencana kami untuk mendirikan Pondok Pesantren dan pada akhirnya berkat sosialisasi tersebut kita mendapatkan dana sumbangsih masyarakat kaum muslimin,” terang Ustadz Kosim Atha, Pimpinan Pondok Pesantren itu.

Setelah berhasil mengumpulkan dana sumbangsih masyarakat, dana itu kemudian dipakai untuk membeli sebidang tanah milik warga dan selanjutnya didirikanlah Pondok Pesantren  bernama Al-Wahdah Islamiyah yang beralamat di Jalan Sentosa, Kecamatan Alak Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Ketika pondok pesantren itu masih dalam tahap pembangunan dengan rasa sedih Ustadz Kosim Atha mencoba meresmikan dan memulai membuka pendaftaran siswa baru untuk program tahfidz angkatan 2017 dengan berkerjasama Yayasan At-Tin untuk jenjang pendidikan SMP dan hanya menghasilkan satu santri saja. Akan tetapi hal itu tidak menurunkan semangatnya, dirinya terus melakukan pembinaan terhadap santrinya itu, hingga tahun berikutnya tepatnya ditahun 2018 santri yang mendaftar bertambah menjadi 2 orang dan ditahun 2019 jumlah santri yang mendaftar semakin meningkat menjadi 7 orang santri.

Perasaan sedih Ustadz Kosim Atha kemudian berubah menjadi perasaan gembira saat menceritakan kelanjutan pendirian Pondok Pesantren itu, tepatnya ditahun 2020, bagaimana tidak jumlah pendaftar siswa baru meningkat drastis mencapai 14 orang santri yang berasal dari dalam dan luar daerah provinsi Nusa Tenggara Timur. Sehingga total murid selama pondok pesantren itu berdiri sebanyak 24 orang.

“Di tahun 2017 kita sudah mulai buka program program pada awalnya kita mengajarkan belajar membaca Al-Quran karena rata-rata yang tidak bisa mengaji,¬† mengajakan sholat, mengajarkan dasar-dasar aqidah dengan hanya 1 santri. Kemudian ditahun 2018 Alhamdulillah kami dititipi 2 orang santri dan di tahun 2019 itu 7 santri dan yang paling banyak di tahun 2020 yaitu 14 santri. Sehingga total santri kami yaitu 24 orang,”terang Kosim dengan rasa syukur.

Tidak berhenti di situ, Ustadz Kosim Atha menceritakan hasil dari Kerja kerasnya, dimana dirinya berserta pengurus yang tergabung dalam Pondok Pesantren Al-Wahdah ini berhasil membimbing santri hingga berhasil menghafal Al-Qur’an sebanyak 12 Juz dan menamatkan 2 orang santri dari jenjang pendidikan SMP di tahun 2021.

Menuntup ceritanya, ustadz kosim memiliki harapan besar kepada seluruh masyarakat khususnya di kota Kupang agar memberi dukungan untuk perkembangan pondok pesantren ini kedepan. Selain itu dirinya menginformasikan kepada orang tua santri bahwa Program unggulan yang ditawarkan Pondok Pesantren Al-wahdah saat ini yaitu Program tahfidz baca Qur’an, Fiqih, Aqidah, Akhlak dan adat, bahasa Arab serta pelajaran umum seperti IPA, bahasa Inggris, Matematika dan TIK.

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*

Back to top button