Nasional

Wamendag harapkan distributor dan peritel dukung suplai minyak goreng

Saksimata.co – Jakarta – Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengharapkan kalangan distributor dan peritel mematuhi dan mendukung sepenuhnya suplai minyak goreng dengan kualifikasi dan harga yang ditetapkan pemerintah dalam upaya mengawal kebijakan program satu harga.

Menurut Wamendag dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa peran distributor maupun peritel sangat penting dalam mengawal program satu harga minyak goreng karena jangkauan pemasaran mereka hingga desa-desa dan seluruh wilayah Indonesia.

Terkait hal itu, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengajak Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) mengadakan pasar murah untuk mendorong sinergi semua stakeholder dalam kebijakan soal minyak goreng.

Kegiatan yang digelar di Pasar Raya I Salatiga, Jawa Tengah itu dilakukan dengan penjualan minyak goreng seharga Rp14.000 per liter sebanyak 1.420 liter, selain itu juga dijual paket bahan kebutuhan pokok murah.

“Intinya adalah dorongan agar setiap stakeholder bersinergi dan berkolaborasi sehingga seluruh masyarakat diuntungkan,” kata Wamendag.

Pada kesempatan tersebut Jerry menyatakan apresiasi kepada Aprindo yang menggerakkan seluruh anggota dan seluruh resource untuk mendukung pemerintah.

Selain untuk mendorong distributor dan peritel, tambahnya, kegiatan pasar murah tersebut juga dimaksudkan untuk memberikan edukasi agar berbelanja dan membeli minyak goreng dengan bijaksana tanpa perlu memborong semua atau panic buying.

“Pemerintah menjamin ketersediaan minyak goreng. Jadi saya berharap fenomena habisnya minyak goreng di berbagai toko peritel tidak terjadi lagi,” katanya.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto yang meninjau kegiatan tersebut mengatakan pemerintah sepenuhnya menjamin ketersediaan bahan pokok dan kestabilan harganya agar tingkat kesejahteraan masyarakat bisa terus ditingkatkan.

Khususnya minyak goreng, menurut dia hal itu dimaksudkan agar fenomena kenaikan harganya akhir-akhir ini tidak mengganggu konsumsi masyarakat.

“Jadi semua pihak diuntungkan. Para pengusaha, pekerja, pedagang dan semua pihak yang terlibat dalam industri minyak goreng diuntungkan dengan harga yang bagus, sementara masyarakat tidak terganggu suplainya dan harganya juga tetap terjangkau,” katanya.

(Antr/SM)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*

Back to top button