Sosbud

MENGAPA PENULIS MASIH HARUS MEMBACA?

Saksimata.co – Jakarta – Klub Menulis Jakarta yang dikelola oleh Satupena DKI Jaya pada tanggal 21 Maret 2022 mengadakan diskusi buku dalam rangka silaturanhmi anggota Klub Menulis Jakarta yang berisi hampir sebagian besar penulis buku. Berbagai tulisan buku  telah dihasilkan oleh para anggota klub dari berbagai bidang ilmu pengetahuan.

Buku yang dibedah kali ini, yaitu buku puisi karya dari Sam Mukhtar Chaniago berjudul Angin Senja di Tepian Telaga. Pembedah buku, yaitu guru besar dari Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Djoko Sarjono. Beliau mengulas buku itu dengan santai dan ringan namun mencerahkan. Dari pembahasan beliau, ada jalan yang sangat penting untuk dilakukan, yaitu bahwa seorang penulis yang sudah piawai pun harus juga menbaca tulisan-tulisan yang selalu muncul di setiap waktu.

Pak Djoko mengatakan bahwa judul  buku dan puisi yang ada di dalamnya menggambarkan jalan kepenyairan Sam Mukhtar Chaniago. Menurut Pak Djoko, puisi-puisinya menjadi sebentuk isyarat atau tanda perjalanan maqam kehidupan penulis dari manusia antroposen menuju manusia kosmologis dan kemudian spiritual. Balutan atau entitas spiritualitas sangat kuat nyaris di setiap puisi. Pengelompokan puisi yang fibatasi dengan kata “rindu” sangat inspiratif bagi oara penulis puisi lainnya. Menurut Pak Djoko, puisi pada buku tersebut mengganbarkan sifat penulisnya dakam mengendalikan rasa emosinya.
Judulnya saja, ungkap beliau, menggambarkan panyair yang merasa sudah menjadi “angin senja” di “tepian telaga kehidupan”. Terasa ada rasa berada di pinggir atau ufuk kehidupan sekaligus di perbatasan keadaan kehidupan yang lain, tetapi juga memancarkan perasaan/suasana kesejukan, ketenangan, dan keheningan hidup.

Diskusi buku angin Senja di Tepian Telaga setidaknya memantik para penulis buku untuk terus membaca. Tidak hanya buku di bidang ilmunya saja, namun perlu buku dari ilmu-ilmu lain. Dengan menghadiri diskusi seperti itu, kita tahu keunggulan atau kelemahan yang telah dilakukan oleh para penulis. Para penulis semua menggunakan sarana kosakata untuk menulis. Kekonsistenan penggunaan kosakata sangat diperlukan dalam menulis. Dengan membaca itu dapat mekatih kepekaan pengetahuan tentang kosakata yang benar saat ditulis. Ayo membaca tulisan orang kain sebelum tulisan kita dibaca orang lain.

Oleh : Nia Samsihono (Koordinator Klub Menulis Jakarta)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*

Back to top button